Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari, Emang Efektif?
Akhir-akhir ini, polisi di Semarang (mungkin juga di kota lain) lagi gencar-gencarnya sosialisasi lights on atau menyalakan lampu di siang hari. Sebagai pengguna motor, saya pun harus tunduk pada aturan baru.
Sebenarnya tidak sulit untuk mengikuti aturan itu. Tinggal menggeser saklar lampu di stang motor, beres deh. Tapi, kalau lupa bisa kena tilang Rp 100.000 (kalau peraturan ini sudah benar-benar resmi).
Pernah saya bikin berita tentang program baru ini. Saya melihat pemakai motor di Semarang masih banyak yang tidak menyalakan lampu di siang hari.
Saya tanya ke salah satu pemakai motor. Katanya, dia tidak tahu apa sih kegunaan program itu dilihat dari sisi teknisnya. Karena merasa tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari polisi atau iklan sosialisasi dari polisi tentang hal teknis tadi, narasumber saya pun enggan menyalakan lampu di siang hari.
Ketika saya tanya ke polisi, katanya dengan menyalakan lampu, pemakai mobil bisa lebih jelas melihat kalau ada motor yang dekat dengan mobil mereka. Kalau sudah tahu, senggolan atau bahkan tabrakan bisa dihindari.
Polisi di Jogja bahkan bilang kalau lights on ini bikin aki motor lebih irit. Kok bisa? katanya sih kalau lampu sering dihidupin, ya aki jadi lebih kepake dan awet.
Tapi ketika saya berdiskusi dengan pakar transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, saya mendapat sudut pandang lain dari program baru polisi ini. Intinya, Djoko tidak setuju dengan program ini.
“Itu sebenarnya hanya program ikut-ikutan. Polisi kita asal adopsi peraturan dari negara lain. Bahkan, tidak ada pengaruhnya sama sekali,” kata Djoko.
Di Malaysia, program itu sangat berhasil. Alasannya, cuaca di Malaysia lebih cloudy. Lampu di motor pada siang hari pun lebih terlihat. Lagipula, pemakai motor yang minta program itu dibikin.
Nah, kalau di Indonesia, siang hari itu sangat terang benderang. Lampu motor kita juga kalah kuat dengan sinar matahari. Saya pun melirik lampu yamaha vega milik saya. Yah, ternyata memang tidak terlalu terlihat jika lampu dihidupkan. Dengan kata lain, sepertinya tidak ada bedanya kalau lampu di motor saya hidup atau mati. Mungkin hanya motor keluaran baru yang sinarnya lebih terang.
Kata Djoko, daripada polisi bikin peraturan seperti itu, lebih baik polisi lebih memperketat pembuatan sim. Sim itu sendiri menjadi akar dari semuanya. Jika pengendara motor punya sim yang didapat dari prosedur yang benar, maka dengan sendirinya, dia akan lebih paham bagaimana berkendara yang baik dan benar, dan tentu saja aman.
“Nah begitu,” kata Djoko,” jangan-jangan polisi kongkalikong dengan produsen lampu juga”.
Bagaimanapun, saya setuju dengan polisi yang berusaha keras menciptakan ketertiban berlalu lintas. Lagipula peraturan itu sudah tercatat sebagai undang-undang berkekuatan hukum. Saya pun harus tunduk.






BetUL….saya berpendapat sama dgn pak Djoko…!!Bukankah di waktu siang hari cahaya lampu motor pasti kalah dgn sinar matahari..brrti klo kta menyalakan lampu speda motor di siang hari mnurut q it hal yg sia2 di lakukan/tak ada manfaatny pemborosan,bisa2 aki motor soak..,tanpa lampu di nyalakan toh..mobil masih bisa lihat motor kok..Tp..yg biasany trjadi kcelakaan it trgantung dr sipengendarany apkh mrka ceroboh/tidak.Tp..yang namany peraturan tetaplah peraturan apapun jenisny klau sudah di tetapkan negara,saya sebgai warga negara indonesia mau tak mau harus turut.Wlw brtentangan dgn fikiran & nurani q…,ya..q ambil positifnya ajalah….Mungkin aja itu ada hikmahny!!!
Afrian
Januari 23, 2010 pada 10:23 am
komentar bro Afrian benar…
tapi lumayan efektif.misal kita sedang berkecepatan tinggi. terus ada orang mau nyebrang, orang itu dapat dengan mudah ngeliat kita. jadi bisa ngira” n ngambil keputusan dengan tepat apakah mau nyebrang sebelum kita lewat atau setelah kita lewat
dismas070492
Februari 17, 2010 pada 6:34 am
Baru 6 bulan aq bli mtor baru, akinya udah soak…
Pasti krna tiap hr ku pp krwang jkarta trz pke lhigt on…
Payah….
Ardhan
April 2, 2010 pada 5:52 pm
Menurut saya, peraturan ini TIDAK DIPIKIRKAN DENGAN MATANG DAN TIDAK ADIL,
Betul yg di katakan blogger, kalau di siang hari sudah tidak bisa melihat sepeda motor lagi berarti itu buta, lagian yg namanya org nabrak pasti alasannya ” aduh ga kelihatan pak ” .. Harusnya lebih bijak aja, memilah mana yg harus dirubah dan mana yg harus di perbaiki!
Lagian BEGO banget org siang” bolong pake lampu UTAMA, kalau kita di daerah BERKABUT itu masuk akal, kalau di SURABAYA yg matahari kaya mau copot masih harus pakai lampu?
Jujur gw abis di tilang karna HANYA menyalakan lampu KECIL, tidak menyalakan LAMPU UTAMA .. Dan rese-nya jg pengendari lain yg kena razia safety riding yg “nakal” di tempat razia baru nyalakan lampu utama malah di lepas, sedangkan org yg tdk tahu apa-apa malah di tilang, oh no! Apakah pihak polisi emang sebodoh itu ya?
Yg BOHONG jd bener, yg BENER n JUJUR jd salah..
Yang GA MASUK AKAL jd PERATURAN, tapi PENGENDARA yg tdk bermoral malah TIDAK DIPROSES..
Lebih baik urus itu motor yg sukanya dempet”, zig zag, nerobos lampu merah, dan nyerempetin orang! Skill di pake donk buat nangkap kejahatan, bukan punya Gelar untuk cari uang, tapi untuk membrantas kejahatan!
tidakadilbgt
September 21, 2011 pada 1:07 pm